Berikut ini adalah anggota masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap petisi dan komentarnya. Data ditampilkan berdasarkan dukungan terkini.
580. Irawati
Jak-Bar
Setuju harga rokok di buat amat sangat mahal dan hanya dijual di toko2 tertentu. Pemerintah dan aparat harus benar2 mematuhi aturan yang sudah dibuat..jangan seperti biasa: setelah sekian lama motto "peraturan dibuat untuk dilanggar" berkumandang kembali...percuma jika seperti itu.
579. Sandra Sahupala
Jakarta
Merokok bukan saja membahayakan kesehatan perorangan, tetapi budaya merokok itu sendiri sudah menjadi penyakit masyarakat. Para perokok menjadi a-sosial karena tidak menyadari bahwa asap rokok mereka benar-benar tidak dapat ditolerir oleh sebagian orang, yang alergi dan sangat rentan terhadap penyakit yang ditimbulkan. Semestinya hak hidup sehat dan bebas dari gangguan polusi termasuk hak asasi yaitu hak hidup bebas dari ancaman, termasuk ancaman bahaya kesehatan. Para perokok perlu diatur lebih ketat dengan aturan yang lebih jelas dan sangsi yang jelas.
578. Abi Faiz
Pontianak
Mendukung gerakan penyelamatan generasi Mudi
dengan berkata "NO" untuk rokok..
Jangan tergiur dengan Bea-nya yang besar
padahal kerugian yang dimunculkan tidak hanya materi
tetapi juga non materi..
577. Ahmad Hidayat
Bekasi
576. Iwan S
Artajasa
ATM Bersama.. Bersama Lebih Gampang!!
575. Dwiantoro
Elektro Undip
Elektro Undip Yes..!
574. H. Suharto Sastrowiyono
Jakarta Barat, 11640
Merokok memang harus dibatasi, karena dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan pada kehamilan dan janin. Perda pelarangan merokok ditempat umum perlu terus menerus ditegakkan (enforcement), yang melanggar diberi sangsi yang tegas, perlu dilakukan terus menerus, jangan hanya hangat-hangat tai ayam biar ditampilkan di TV saja.
573. Nanang Supriyatna
Kab. Tangerang
setuju untuk melindungi kami dari asap rokok
http://nanangs.blogdetik.com/2009/01/13/1-bulan-2-hari-tanpa-nikotin/
572. Eviana D. Sofyaningrum
Jakarta
Lindungi perokok pasif sekarang juga!
571. musfirah yahya
Pontianak
Mari Ciptakanudara yang lebih baik untuk masa depan anak cucu kita nanti.
570. Amin Nurrakhman
Jakarta Pusat
Suatu kebohongan belaka bahwa pabrik rokok menopang ekonomi rakyat. Terlihat jelas perbedaan yang mencolok kekayaan pengusaha rokok dengan buruh pabrik rokoknya. Dan dampak rokok lebih banyak menggerogoti kehidupan rakyat miskin. Maka Hentikan produksi rokok di Indonesia! Untuk pemerintah, alokasikan dana yang cukup untuk menampung para buruh rokok! dan Mengalihkan produksi petani Tembakau ke produksi tanaman pangan! Bukankan sekarang dunia lagi krisis Pangan??
569. Edo Hapsoro
Pontianak
Gimana mo punya anak sehat kalau Ortu-nya perokok, "STOP ROKOK" yg cuman nambahin sumpek nya udara yg udah penuh polusi
568. Dian
Jakarta Selatan
567. suryo murdwiantoro
Dumai
Tidak ada hal halal yang merugikan....berarti rokok itu haram. lindungi generasi muda
566. Syamsul Ibad
Jakarta
Dukung Pengendalian Tembakau!!
565. Andryan Lagi
Medan
Perhatikan data mengenai rokok ini sebagai berikut; berdasarkan hasil penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perokok aktif di Indonesia sekitar 141,4 juta orang. Dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak diantaranya merokok. Sekitar 43 juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan, angka kematian akibat rokok di Indonesia mencapai 427.923 jiwa/tahun. Tahun 2006 konsumsi rokok di Indonesia 230 milyar batang atau sekitar Rp 184 trilyun/tahun. Untuk kepala keluarga dengan penghasilan Rp 1 juta/bulan dan pengeluaran rokok Rp 240 ribu/bulan, maka pengeluaran rokok mencapai 24% padahal banyak anak kekurangan gizi dan putus sekolah. Belum biaya pengobatan yang besarnya sekitar 2,5 kali dari biaya rokok yang dikeluarkan. Artinya jika pengeluaran untuk rokok besarnya Rp 184 Trilyun/tahun, biaya untuk pengobatan karena merokok sekitar Rp 460 Trilyun/tahun.
Suatu pemborosan yang disebut Allah sebagai saudara setan (Al Israa’:26-27). Data BPS juga menyebutkan, selama 2001 hingga 2004, kenaikan jumlah perokok anak terus meningkat dari 0,4 menjadi 2,8 persen. Anak-anak merokok disebabkan banyak faktor, seperti terpengaruh ajakan teman-temannya. Juga dampak dari pengaruh media yang gencar melakukan promosi rokok. Di beberapa kota seperti Jakarta, Medan, Padang, Surabaya, Palembang dan Bandung, terjadi kenaikan usia mulai merokok pada anak-anak. Bahkan penelitian LPKM Universitas Andalas, lebih 50% responden mengaku merokok sejak usia 7 tahun. Selain berbahaya pada kesehatan, merokok pada anak-anak bisa menjadi pintu masuk menuju penggunaan narkoba. Orang yang merokok sejak anak-anak menjadi 8 kali lebih memungkinkan menggunakan morfin, 22 kali kokain serta 44 kali mariyuana.
Sensus Sosial Ekonomi Nasional 2004, prevelensi perokok anak 13-15 tahun mencapai 26,8 dari total populasi Indonesia. Tren usia merokok makin dini, 5-9 tahun mencapai 1,8 %. 2846 tayangan televisi disponsori rokok di 13 stasiun TV. 1350 kegiatan diselenggarakan disponsori rokok. Konsumsi rokok tahun 2006 mencapai 230 milyar batang padahal tahun 1970 baru 33 milyar, akibatnya 43 juta anak terancam penyakit mematikan.
Gambaran Kondisi Anak Yang Merokok di Indonesia pada tahun 2004 : Pelajar pertama kali merokok pada usia dibawah 10 tahun. Jumlah perokok pemula 5-9 tahun meningkat 400%, yakni dari 0,89% pada tahun 2001 menjadi 1,8 % pada tahun 2004. Perokok 10-14 tahun naik 21 % yakni dari 9,5 % menjadi 11,5 %. Perokok 15-19 tahun menjadi 63,9% dari kelompok usia 15-19 tahun tersebut
Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar
Dalam laporan yang dikeluarkan WHO berjudul “Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh dunia, 84% diantaranya di negara-negara berkembang.
Di bungkus rokok disebut bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi perokok pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di rumah. Padahal perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma. Dari data di atas merokok merusak kesehatan (diri sendiri dan orang lain) dan pemborosan sehingga anak jadi kurang gizi dan putus sekolah oleh sangatnya sangat tepat dengan MUI mengeluarkan Fatwa Haram Merokok. Apalagii ulama di Saudi, Malaysia, dan Iran sudah mengharamkannya
564. Andryan
Medan
Bagus... berjuang terus hentikan peredaran hal-hal yang tidak bermanfaat untuk bangsa dan negara. Merdeka!!!!!!
563. Danti Utami Setyowati
Jakarta Barat
I do really impress 'bout this petition.
Even I have lots of friends 'til smoking instead, I just make a rule that they aren't being allowed to start "it" when they're round me. I think that's d best idea I've tried..
It'd be better than do nothing, wouldn't it??
562. Husnul Amal Mas'ud
Bekasi
Ciptakan lingkungan dan generasi sehat Indonesia dengan bebas asap rokok...!!!
561. Andre
Jakarta
apa sih enaky rokok? paling cm bentar!!! yg jelas bikin kanker (apes), ketagihan (adiktif tuh, msk kategori NARKOBA) , merugikan kesehatan (nggak loe2 aja yg ngerokok, tp justru kita2 perokok pasiflah yg lbh dirugiin). GOBLOK aja loe klo masih ngerokok.
"Orang pinter ga pake rokok".
560. dianing sari
jakarta pusat
rokok, jangan mau hanya "bongkok" melihatnya merajalela
559. Muhammad Noor Shohib
Medan
merokok? idih...takut deh. kendalikan segera peredaran rokok. sekarang atau tidak sama sekali
558. rawna
Jakarta
557. Herwin Bustaman
Jakarta
556. BAYU ARKO ANGGORO
Kota Semarang
Rokok jahat!!!
mari maju tanpa ROKOK
555. Dwi Mitasari
Jakarta
Saya setuju akan petisi ini..
554. wahyu wirawan
jakarta
Ayo stop merokok, ga ada manfaatnya, membuat orang dan lingkungan sekitar tidak nyaman
553. Mery zuliana
semarang
mari kita lindungi anak indonesia dari racun rokok sejak dini!!!
552. Kustanti Dian P.
Semarang
Rokok berbahaya. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama terapkan pola hidup sehat,jauhkan generasi muda dari "candu" bernama rokok, kendalikan tembakau dengan ratifikasi FCTC...!!
551. wachidanijah
Semarang
Setuju, maju terus pantang mundur untuk memerangi rokok
550. okky
Semarang
Lindungi anak-anak Indonesia dari rokok !!
549. Nurjanah
Semarang
SETUJU... masak kita ketinggalan dari negara-negara tetangga... Maluuuuu.... Takuuut generasi masa depan kita gimana? Kalo tidak mau ada lost generasi Indonesia!
548. suharno eliandy
Jakarta
Mendukung fatwa MUI merokok haram, semestinya utk semua umur krn selain menzolumi dirinya sendiri jg menzolimi orang lain (perokok pasif).
547. kusyogo cahyo
semarang
Mestinya indonesia sebagai negara besar dan negara dengan penduduk terbesar didunia, punya power donk...buat ikut meratifikasi FCTC, bagaimanapun kita adalah negara yang punya harga diri untuk melindungi rakyatnya dari mesin pembunuh yang bernama ROKOK..
546. Frida
Purwakarta
545. Ely
Sabang
Apapun kontribusi tembakau terhadap perekonomian, tetap saja merugikan, baik untuk pengkonsumsi maupun orang disekitarnya.
544. Riyanto
Kartasura - Solo
Merokok = menghambur-hambur kan uang pada tempat yang mubah, keharamannya jelas, baik ditinjau dari segi syar'i maupun kesehatan
543. alfaqir
semarang
alhamdulillaah. banyak kawan-kawan yang mendukung. yuk luruskan niat, bulatkan tekad, satukan langkah untuk memerangi rokok dan racun-racun yang mengancam kesehatan dan aqidah ummat manusia.
542. sz
Jakarta
saya selalu setuju dengan segala sesuatu yg bersifat baik, tapi peraturan seperti apa yang bisa mendukung petisi ini, dinegara2 maju dieropa dan amerika, mengunakan Identitas umur sebagai pembatasan pembelian rokok, untuk diindonesia akan menggunakkan apa ? secara kesehatan iya jauh lebih baik, tapi untuk masalah keuntungan jual beli, bagaimana dengan orang2 yg mendapatkan pengasilan dari berjualan rokok ? mereka jelas akan rugi, sangsi apa yg harus dijalankan kalo mereka menjual rokok kepada yg dibawah umur yg akan ditentukan ?
apakah mereka akan sanggup menjalankan sangsi tersebut ? apakah peraturan yg akan dijalankan akan berguna kepada mereka yg hidup dari berjualan rokok ?
Menurut saya, dari pada anda mencari dukungan seperti ini lebih baik mencari solusi yang laen, contoh :
1. meningkatkan tingkat pendidikan diseluruh Indonesia
dengan cara begini akan terjadi banyak orang yg mempunyai pilihan untuk hidup diindonesia lebih banyak. jd mereka tidak harus berjualan rokok untuk hidup.
berikanlah kepada anak modal untuk dia hidup dikemudian hari. yaitu pendidikan yang mampu membuat mereka berpikir untuk maju.
2. meningkatkan sarana olah raga, untuk mencari kuwalitas orang yg lebih baik, kesehatan juga bisa meningkat, saya yakin bnyak dari olah raga ini yang bisa dijalankan. banyak system yang bisa dijalankan, dan blom terjadi diindonesia. olah raga ada banyak sekali macamnya, jadi banyak bgt yang bisa diolah.
3.pembangunan yg merata diseluruh indonesia. guna meningkatkan tempat bekerja yg bnyk, tidak semua org harus mencari dikota2 besar doank.
dukungan seperti ini akan jauh dari petisi yang anda ajukan sekarang. its a very long shot, but these things could happen, and we could make it happens.
petisi seperti ini hanya untuk sebagian yang sangat kecil bisa mendukung petisi ini.
Cheers
541. Fransiska Murtitjahjanti
JAKARTA SELATAN
Setuju, tapi perhitungkan juga secara hati nurani kepada para pekerja yang menggantungkan biaya hidupnya hanya dengan bekerja di pabrik rokok ...
540. Tonny Anditho
Jakarta Selatan
Saya sangat setuju dan mendukung penuh dari rencana maupun gerakan seperti ini!!!....
539. Amilia Nur Astuti
Bandung
538. diki
jakarta pusat
setuju dan mendukung
537. Djoko Susilo
Jakarta
536. dimas pandu
tangerang
yang pasifnya aja bisa mati apa lagi yang aktif
535. Hasyrat Sulistiaji
DKI Jakarta
534. hapsoro
semarang
533. Jennifer Lie
Jakarta Utara
Saya setuju sekali dengan ratifikasi FCTC ini. Come on ....
532. Saswitariski
Jakarta
Good!!!
531. Sri Iswati
Jakarta Pusat
Mari dukung FCTC